Lahan Garap Petani di PTPN VIII di Jadikan Komersil, Pengangguran Meningkat

Lahan Garap Petani di PTPN VIII di Jadikan Komersil, Pengangguran Meningkat

BOGOR, - Warga petani penggarap lahan di wilayah PTPN VIII Megamendung terpasang harus jadi pengangguran lantaran mata pencarian mereka di alih fungsikan menjadi lahan bisnis. Menurut rencana lahan tersebut dijadikan lokasi wisata yang PT. EIGER.  Terlihat sudah ada pematokan diberbagai sudut dengan tulisan apabila memasuki atau memanfaatkan lahan tanpa ijin akan dikenakan hukuman 4 tahun penjara atau denda sebesar Rp.5.000.000.000, 00.

"Dahulu lahannya adalah lahan tidur, semak belukar, lahan terbengkalai dan terlantar serta tidak ada aktivitas perkebunan di lokasi ini, waktu jaman Presiden Gusdur ada himbauan bahwa masyarakat dipersilahkan memanfaatkan lahan tidur, nah mulai dari situlah masyarakat menggarap lahan ini buat kegiatan pertanian, lalu sekarang setelah mulai ramai dan jadi lahan pertanian yg bagus, tiba-tiba kita tidak boleh bercocok tanam lagi yang akhirnya kita dengar-dengar akan ada pembangunan obyek wisata besar di kawasan ini", ungkap salah satu Petani.

Lebih lanjut Ia mengatakan, "Dulu waktu kita pertama menggarap ngak ada yang melarang atau negur, eh sekarang malah di pasangi plang ngak boleh masuk lokasi ini lagi, padahal masih ratusan hektar juga yang infonya punya Gunung Mas terbengkalai dan terlantar".

"Saya sebagai warga hanya bisa mengikuti apa yang sudah diperintahkan, mau gimana lagi saya cuma bisa pasrah, memang disini banyak Masyarakat yang penghasilannya dari bertani, akan tetapi kita sudah diperingatkan bahwa tidak boleh bercocok tanam lagi, bagi yang masih mau bertani, apabila sewaktu-waktu di dozer tidak boleh minta ganti rugi", ujar salah satu warga.

Masih menurutnya, "Awalnya kita tidak setuju, akan tetapi kalau itu sudah menjadi keputusan dan udah disetujui semua pihak, kita bisa apa...??? Saya hanya berharap mudah-mudahan ada kebijakan yang saling menguntungkan bukan merugikan kita sebagai Masyarakat Petani".

Perlu diketahui apabila benar itu adalah lahan HGU PTPN VIII yang terlantarkan tanpa manfaat dan terkesan mubazir, seharusnya Kementerian BUMN menyerahkan kembali kepada negara dan dibagikan kepada Masyarakat agar bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan dan peternakan. (***)

Bogor
Lukman Hakim

Lukman Hakim

Previous Article

Ketebalan Betonisasi Jalan Desa di Batulayang...

Next Article

Disdik Kab Bogor Diduga Lalai Awasi Proyek...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Edi Purwanto

Edi Purwanto

Postingan Bulan ini: 66

Postingan Tahun ini: 66

Registered: Nov 7, 2021

Aa Ruslan Sutisna

Aa Ruslan Sutisna

Postingan Bulan ini: 60

Postingan Tahun ini: 60

Registered: Oct 23, 2021

Sopiyan hadi

Sopiyan hadi

Postingan Bulan ini: 58

Postingan Tahun ini: 58

Registered: Jul 10, 2020

Hariyono

Hariyono verified

Postingan Bulan ini: 52

Postingan Tahun ini: 52

Registered: Nov 23, 2021

Profle

Muh Hasyim Hanis, SE, S.Pd

Polres Minsel Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Pencurian Perhiasan Emas
Gunakan Penari Striptise Bawah Umur, Polresta Banyuwangi Gerebeg Heroes Cafe
Kapolres Luwu Utara Minta Warga Laporkan Jika Ada Anggota Polisi Lakukan Pelanggaran
Polisi Bekuk DK Residivis yang Beraksi di Gumelar, Kasusnya Curat Sampai Rusak Pagar

Follow Us

Recommended Posts

4 Keuntungan Menggunakan Sistem dan Aplikasi ERP untuk Perusahaan
Polisi Jerat Tersangka M dan DS Pemilik Sabu-Ganja dengan Pasal Hukuman Mati
Kadivpropam Arahkan Anggota Hindari Pelanggaran dan Fokus Layani Masyarakat
Cegah Omicron Lewat PPLN, Kapolri Pastikan Prokes dan Karantina di PLBN Entikong
Pelajar Senang Bisa Belajar Tatap Muka, Kapolri: Fokus Gapai Cita-Cita Agar Jadi Kebanggaan Keluarga

Random Posts